Kalkulator KPR BTN Syariah 2019: Simulasi Pembiayaan Rumah Sesuai Prinsip Syariah


Kalkulator KPR BTN Syariah 2019

Simulasikan Pembiayaan Rumah Anda Sesuai Prinsip Syariah

Simulasi Pembiayaan KPR BTN Syariah 2019

Gunakan kalkulator ini untuk memperkirakan cicilan bulanan KPR BTN Syariah Anda berdasarkan harga properti, uang muka, margin keuntungan bank, dan jangka waktu pembiayaan.



Masukkan harga jual properti yang Anda inginkan.


Persentase uang muka dari harga properti. Umumnya minimal 10-20%.


Total margin keuntungan bank yang disepakati untuk seluruh jangka waktu pembiayaan (bukan suku bunga tahunan).


Lama pembiayaan dalam tahun.

Hasil Simulasi KPR BTN Syariah

Cicilan Bulanan: Rp 0
Jumlah Pembiayaan Pokok: Rp 0
Total Keuntungan Bank: Rp 0
Total Harga Jual ke Nasabah: Rp 0
Total Pembayaran Selama Tenor: Rp 0

Penjelasan Formula: Perhitungan ini menggunakan prinsip Murabahah sederhana. Bank membeli properti, lalu menjualnya kepada nasabah dengan harga yang telah disepakati (harga beli + margin keuntungan). Total harga jual ini kemudian dibagi rata selama jangka waktu pembiayaan untuk mendapatkan cicilan bulanan.

Grafik Pembayaran KPR BTN Syariah

Grafik menunjukkan proporsi pembayaran pokok dan keuntungan bank setiap bulan.

Tabel Angsuran KPR BTN Syariah


Bulan ke- Cicilan Bulanan (Rp) Pembayaran Pokok (Rp) Pembayaran Keuntungan (Rp) Sisa Pembiayaan Pokok (Rp) Sisa Keuntungan Bank (Rp)

Tabel ini memberikan rincian pembayaran bulanan Anda.

Apa itu Kalkulator KPR BTN Syariah 2019?

Kalkulator KPR BTN Syariah 2019 adalah sebuah alat simulasi yang dirancang khusus untuk membantu calon nasabah BTN Syariah menghitung estimasi cicilan bulanan pembiayaan kepemilikan rumah (KPR) berdasarkan prinsip syariah yang berlaku pada tahun 2019. Berbeda dengan KPR konvensional yang menggunakan sistem bunga, KPR Syariah mengadopsi akad-akad syariah seperti Murabahah (jual beli), Ijarah (sewa), atau Musyarakah Mutanaqisah (kerjasama kepemilikan bertahap) yang bebas dari unsur riba, gharar (ketidakjelasan), dan maysir (judi).

Pada tahun 2019, BTN Syariah, sebagai salah satu pemain utama di industri perbankan syariah Indonesia, menawarkan berbagai produk KPR yang menarik. Kalkulator ini membantu Anda memahami bagaimana harga properti, uang muka, margin keuntungan bank, dan jangka waktu pembiayaan memengaruhi besaran cicilan Anda. Ini adalah langkah awal yang krusial dalam perencanaan keuangan Anda untuk memiliki rumah impian sesuai syariat Islam.

Siapa yang Seharusnya Menggunakan Kalkulator KPR BTN Syariah 2019?

  • Individu atau keluarga yang ingin membeli rumah dengan skema pembiayaan syariah.
  • Calon nasabah BTN Syariah yang ingin mendapatkan gambaran awal cicilan KPR.
  • Mereka yang menghindari sistem bunga (riba) dan mencari solusi pembiayaan yang halal.
  • Investor properti yang ingin menganalisis potensi cicilan untuk properti yang akan disewakan.
  • Siapa saja yang ingin memahami perbedaan mendasar antara KPR syariah dan konvensional.

Kesalahpahaman Umum tentang KPR BTN Syariah

  • KPR Syariah itu sama dengan KPR Konvensional, hanya beda nama: Ini adalah kesalahpahaman besar. KPR Syariah beroperasi dengan prinsip yang sangat berbeda, yaitu jual beli atau sewa, bukan pinjam meminjam dengan bunga. Akad yang digunakan memastikan kejelasan dan keadilan bagi kedua belah pihak.
  • Cicilan KPR Syariah selalu lebih mahal: Tidak selalu. Meskipun margin keuntungan bank syariah mungkin terlihat lebih tinggi di awal, sifatnya yang tetap (untuk akad Murabahah) bisa lebih stabil dibandingkan bunga konvensional yang fluktuatif. Perlu simulasi dan perbandingan menyeluruh.
  • Proses pengajuan KPR Syariah lebih rumit: Sebenarnya tidak jauh berbeda. Dokumen yang dibutuhkan dan tahapan prosesnya relatif sama, hanya saja ada penambahan edukasi mengenai akad syariah yang akan digunakan.

Kalkulator KPR BTN Syariah 2019: Formula dan Penjelasan Matematis

Perhitungan dalam kalkulator KPR BTN Syariah 2019 ini didasarkan pada akad Murabahah (jual beli dengan keuntungan). Dalam akad ini, bank membeli properti yang diinginkan nasabah, kemudian menjualnya kembali kepada nasabah dengan harga yang lebih tinggi (harga beli + margin keuntungan yang disepakati). Harga jual ini kemudian diangsur oleh nasabah selama jangka waktu tertentu.

Langkah-langkah Derivasi Formula:

  1. Penentuan Uang Muka (DP):
    Uang Muka (Rp) = Harga Properti (Rp) × (Persentase Uang Muka / 100)
    Ini adalah jumlah dana awal yang harus dibayarkan nasabah.
  2. Penentuan Jumlah Pembiayaan Pokok:
    Jumlah Pembiayaan Pokok (Rp) = Harga Properti (Rp) - Uang Muka (Rp)
    Ini adalah bagian dari harga properti yang akan dibiayai oleh bank.
  3. Penentuan Total Keuntungan Bank:
    Total Keuntungan Bank (Rp) = Jumlah Pembiayaan Pokok (Rp) × (Margin Keuntungan Bank / 100)
    Margin keuntungan ini adalah persentase total keuntungan yang diambil bank dari jumlah pembiayaan pokok untuk seluruh jangka waktu pembiayaan. Ini bukan bunga tahunan yang dikompon.
  4. Penentuan Total Harga Jual ke Nasabah:
    Total Harga Jual ke Nasabah (Rp) = Jumlah Pembiayaan Pokok (Rp) + Total Keuntungan Bank (Rp)
    Ini adalah total harga yang harus dibayar nasabah kepada bank selama masa pembiayaan.
  5. Konversi Jangka Waktu ke Bulan:
    Total Bulan = Jangka Waktu Pembiayaan (Tahun) × 12
  6. Penentuan Cicilan Bulanan:
    Cicilan Bulanan (Rp) = Total Harga Jual ke Nasabah (Rp) / Total Bulan
    Cicilan ini bersifat tetap (flat) sepanjang masa pembiayaan karena total harga jual sudah disepakati di awal.

Tabel Variabel:

Variabel Makna Unit Rentang Umum
Harga Properti Nilai jual properti yang akan dibeli. Rupiah (Rp) Rp 100 Juta – Rp 5 Miliar+
Persentase Uang Muka Persentase dari harga properti yang dibayar di muka. Persen (%) 10% – 30%
Margin Keuntungan Bank Total persentase keuntungan bank dari pembiayaan pokok untuk seluruh tenor. Persen (%) 15% – 50% (tergantung tenor dan kebijakan bank)
Jangka Waktu Pembiayaan Durasi pengembalian pembiayaan. Tahun 1 – 30 Tahun

Contoh Praktis Kalkulator KPR BTN Syariah 2019 (Real-World Use Cases)

Memahami cara kerja kalkulator KPR BTN Syariah 2019 akan lebih mudah dengan contoh nyata. Berikut adalah dua skenario:

Contoh 1: Pembelian Rumah Pertama

Bapak Ahmad ingin membeli rumah pertamanya di Jakarta dengan harga Rp 750.000.000. Beliau memiliki tabungan untuk uang muka sebesar 25% dan ingin mengambil pembiayaan selama 20 tahun. BTN Syariah menawarkan margin keuntungan total sebesar 35% untuk tenor tersebut.

  • Input:
    • Harga Properti: Rp 750.000.000
    • Persentase Uang Muka: 25%
    • Margin Keuntungan Bank: 35%
    • Jangka Waktu Pembiayaan: 20 Tahun
  • Output (Simulasi Kalkulator KPR BTN Syariah 2019):
    • Uang Muka: Rp 750.000.000 * 25% = Rp 187.500.000
    • Jumlah Pembiayaan Pokok: Rp 750.000.000 – Rp 187.500.000 = Rp 562.500.000
    • Total Keuntungan Bank: Rp 562.500.000 * 35% = Rp 196.875.000
    • Total Harga Jual ke Nasabah: Rp 562.500.000 + Rp 196.875.000 = Rp 759.375.000
    • Total Bulan: 20 tahun * 12 bulan/tahun = 240 bulan
    • Cicilan Bulanan: Rp 759.375.000 / 240 = Rp 3.164.062,5

Interpretasi: Dengan cicilan bulanan sekitar Rp 3,16 juta, Bapak Ahmad dapat menilai apakah angka ini sesuai dengan kemampuan finansialnya. Total pembayaran yang harus ia siapkan selama 20 tahun adalah Rp 759.375.000.

Contoh 2: Pembelian Properti untuk Investasi

Ibu Siti ingin membeli apartemen seharga Rp 300.000.000 untuk disewakan. Beliau berencana membayar uang muka 30% dan mengambil pembiayaan selama 10 tahun. BTN Syariah menawarkan margin keuntungan total 25% untuk tenor ini.

  • Input:
    • Harga Properti: Rp 300.000.000
    • Persentase Uang Muka: 30%
    • Margin Keuntungan Bank: 25%
    • Jangka Waktu Pembiayaan: 10 Tahun
  • Output (Simulasi Kalkulator KPR BTN Syariah 2019):
    • Uang Muka: Rp 300.000.000 * 30% = Rp 90.000.000
    • Jumlah Pembiayaan Pokok: Rp 300.000.000 – Rp 90.000.000 = Rp 210.000.000
    • Total Keuntungan Bank: Rp 210.000.000 * 25% = Rp 52.500.000
    • Total Harga Jual ke Nasabah: Rp 210.000.000 + Rp 52.500.000 = Rp 262.500.000
    • Total Bulan: 10 tahun * 12 bulan/tahun = 120 bulan
    • Cicilan Bulanan: Rp 262.500.000 / 120 = Rp 2.187.500

Interpretasi: Dengan cicilan bulanan Rp 2.187.500, Ibu Siti dapat membandingkannya dengan potensi pendapatan sewa apartemen. Jika pendapatan sewa lebih tinggi, investasi ini berpotensi menguntungkan. Simulasi kalkulator KPR BTN Syariah 2019 ini sangat membantu dalam pengambilan keputusan investasi.

Cara Menggunakan Kalkulator KPR BTN Syariah 2019 Ini

Menggunakan kalkulator KPR BTN Syariah 2019 ini sangat mudah dan intuitif. Ikuti langkah-langkah berikut untuk mendapatkan simulasi pembiayaan rumah Anda:

  1. Masukkan Harga Properti (Rp): Pada kolom “Harga Properti (Rp)”, masukkan total harga jual properti yang ingin Anda beli. Pastikan angka yang dimasukkan adalah nilai riil.
  2. Masukkan Persentase Uang Muka (%): Pada kolom “Persentase Uang Muka (%)”, masukkan persentase uang muka yang akan Anda bayarkan dari harga properti. Misalnya, jika Anda membayar 20% dari harga properti, masukkan “20”.
  3. Masukkan Margin Keuntungan Bank (%): Pada kolom “Margin Keuntungan Bank (%)”, masukkan total persentase margin keuntungan yang ditawarkan oleh BTN Syariah untuk seluruh jangka waktu pembiayaan. Angka ini biasanya akan Anda dapatkan dari marketing bank.
  4. Masukkan Jangka Waktu Pembiayaan (Tahun): Pada kolom “Jangka Waktu Pembiayaan (Tahun)”, masukkan berapa lama Anda ingin mengangsur pembiayaan tersebut, dalam satuan tahun.
  5. Lihat Hasil Otomatis: Setelah Anda mengisi semua kolom, kalkulator akan secara otomatis menampilkan hasil simulasi di bagian “Hasil Simulasi KPR BTN Syariah”.

Cara Membaca Hasil:

  • Cicilan Bulanan: Ini adalah angka terpenting, menunjukkan estimasi jumlah yang harus Anda bayarkan setiap bulan.
  • Jumlah Pembiayaan Pokok: Bagian dari harga properti yang dibiayai oleh bank setelah dikurangi uang muka.
  • Total Keuntungan Bank: Total keuntungan yang diambil bank dari pembiayaan Anda selama seluruh tenor.
  • Total Harga Jual ke Nasabah: Total uang yang harus Anda bayarkan kepada bank (pembiayaan pokok + keuntungan bank).
  • Total Pembayaran Selama Tenor: Sama dengan Total Harga Jual ke Nasabah, ini adalah total uang yang Anda keluarkan selama masa pembiayaan.

Panduan Pengambilan Keputusan:

Setelah mendapatkan hasil dari kalkulator KPR BTN Syariah 2019, bandingkan cicilan bulanan dengan pendapatan bulanan Anda. Pastikan cicilan tidak melebihi 30-40% dari pendapatan bersih Anda untuk menjaga kesehatan finansial. Perhatikan juga total pembayaran yang harus Anda lakukan. Jika angka-angka ini masuk akal dan sesuai dengan kemampuan Anda, maka Anda bisa melanjutkan ke tahap pengajuan KPR BTN Syariah.

Faktor-faktor Kunci yang Mempengaruhi Hasil Kalkulator KPR BTN Syariah 2019

Beberapa faktor penting dapat secara signifikan memengaruhi hasil simulasi dari kalkulator KPR BTN Syariah 2019 Anda. Memahami faktor-faktor ini akan membantu Anda membuat keputusan yang lebih tepat:

  1. Harga Properti: Ini adalah faktor paling fundamental. Semakin tinggi harga properti, semakin besar pula jumlah pembiayaan yang dibutuhkan dan otomatis cicilan bulanan akan meningkat.
  2. Uang Muka (Down Payment): Semakin besar uang muka yang Anda bayarkan, semakin kecil jumlah pembiayaan pokok yang harus ditanggung bank. Ini akan mengurangi total keuntungan bank dan pada akhirnya menurunkan cicilan bulanan Anda.
  3. Margin Keuntungan Bank: Meskipun bersifat tetap untuk akad Murabahah, persentase margin keuntungan yang ditawarkan bank akan sangat memengaruhi total keuntungan yang harus Anda bayar. Margin ini bisa bervariasi antar bank syariah atau bahkan antar produk di bank yang sama.
  4. Jangka Waktu Pembiayaan (Tenor): Semakin panjang jangka waktu pembiayaan, cicilan bulanan akan terasa lebih ringan. Namun, perlu diingat bahwa total keuntungan bank yang harus Anda bayar akan menjadi lebih besar karena bank menanggung risiko lebih lama. Sebaliknya, tenor pendek berarti cicilan lebih besar tetapi total pembayaran lebih kecil.
  5. Biaya-biaya Lain (Non-Pembiayaan): Selain cicilan pokok dan keuntungan, ada biaya-biaya lain yang perlu diperhitungkan seperti biaya provisi, biaya administrasi, biaya notaris, biaya asuransi (jiwa dan kebakaran), dan biaya appraisal. Meskipun tidak masuk dalam perhitungan kalkulator ini, biaya-biaya ini adalah bagian dari total pengeluaran Anda.
  6. Kebijakan Bank pada Tahun 2019: Kebijakan BTN Syariah terkait persentase uang muka minimum, rentang margin keuntungan, dan jangka waktu pembiayaan maksimal dapat berubah dari waktu ke waktu. Kalkulator ini merefleksikan kondisi umum di tahun 2019, namun selalu konfirmasi dengan pihak bank untuk penawaran terbaru.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ) tentang Kalkulator KPR BTN Syariah 2019

Q: Apakah KPR BTN Syariah menggunakan bunga?

A: Tidak. KPR BTN Syariah menggunakan prinsip syariah seperti Murabahah (jual beli), Ijarah (sewa), atau Musyarakah Mutanaqisah (kerjasama kepemilikan bertahap) yang bebas dari unsur riba (bunga).

Q: Apa itu margin keuntungan bank dalam KPR Syariah?

A: Margin keuntungan adalah selisih antara harga beli properti oleh bank dan harga jual properti kepada nasabah. Ini adalah keuntungan yang sah bagi bank dalam transaksi jual beli syariah, bukan bunga pinjaman.

Q: Apakah cicilan KPR BTN Syariah bisa berubah?

A: Untuk akad Murabahah, cicilan KPR Syariah bersifat tetap (flat) sepanjang masa pembiayaan karena harga jual properti sudah disepakati di awal. Untuk akad lain seperti Musyarakah Mutanaqisah, cicilan bisa saja berubah sesuai kesepakatan.

Q: Berapa uang muka minimum untuk KPR BTN Syariah?

A: Umumnya, uang muka minimum untuk KPR Syariah adalah sekitar 10% hingga 20% dari harga properti, namun ini bisa bervariasi tergantung kebijakan BTN Syariah dan jenis properti.

Q: Apakah ada biaya lain selain cicilan bulanan?

A: Ya, ada beberapa biaya lain seperti biaya administrasi, biaya provisi, biaya notaris, biaya asuransi (jiwa dan kebakaran), dan biaya appraisal. Biaya-biaya ini dibayarkan di awal atau selama proses pengajuan.

Q: Bisakah saya melunasi KPR BTN Syariah lebih cepat?

A: Umumnya bisa. Dalam akad Murabahah, pelunasan dipercepat seringkali tidak dikenakan denda, bahkan bisa mendapatkan diskon dari sisa margin keuntungan yang belum dibayar. Namun, pastikan untuk mengkonfirmasi kebijakan ini dengan BTN Syariah.

Q: Apa perbedaan utama KPR BTN Syariah dengan KPR konvensional?

A: Perbedaan utamanya terletak pada akad dan prinsip yang digunakan. KPR Syariah berdasarkan prinsip jual beli atau sewa tanpa riba, sementara KPR konvensional berdasarkan pinjam meminjam dengan bunga. Ini berdampak pada struktur pembayaran dan risiko.

Q: Apakah kalkulator ini akurat untuk pengajuan KPR BTN Syariah saat ini?

A: Kalkulator ini memberikan estimasi berdasarkan data dan prinsip KPR Syariah yang umum berlaku pada tahun 2019. Untuk angka yang paling akurat dan penawaran terbaru, Anda harus selalu berkonsultasi langsung dengan pihak BTN Syariah.

Alat Terkait dan Sumber Daya Internal

Untuk membantu Anda lebih jauh dalam perencanaan keuangan dan pembiayaan rumah syariah, berikut adalah beberapa alat dan sumber daya internal yang mungkin relevan:

© 2023 Kalkulator KPR Syariah. Hak Cipta Dilindungi.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *